Blog

Terapkan Tips Bisnis Makanan dari Para Pakar Pelaku Waralaba

Category : Ulasan

10-01-2018

Berbisnis makanan dengan konsep waralaba dinilai susah susah gampang. Meski memiliki tingkat permintaan tinggi, pengusaha tetap dituntut berinovasi demi menjaga ketertarikan pembeli.

Konsultan Waralaba yang juga mengurus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Bije Widjajanto, mengungkapkan semakin banyaknya pelaku usaha di bidang franchise makanan, tentu saja persaingan menjadi ketat. Tak jarang, banyak pelanggan cepat berpindah ke franchise baru.

Selain banyaknya saingan, kendala bisnis makanan juga terdapat pada selera konsumen yang berubah-ubah. "Biasanya makanan itu, pelanggan cepat bosan. Harus baru tiap hari. Sebetulnya itu adalah kesalahan fokus saja menurut saya. Karena kalau kita lihat itu KFC dan McD itu dari dulu, sekian puluh tahun lalu, cuma gitu doang makanannya," kata Bije kepada Merdeka.com di Jakarta.

Berkaca pada fenomena Hooters, Bije menyarankan selain menyuguhkan keunikan, cita rasa dari sebuah makanan tidak boleh dihilangkan. Artinya, makanan tersebut harus bisa membuat orang ingin kembali datang untuk membeli.

Faktanya, saat ini, banyak yang menyuguhkan keunikan, namun hanya bisa menjaring konsumen untuk sesaat. Usai mencoba sekali karena rasa penasaran, konsumen pun tidak pernah kembali lagi.

"Beberapa waktu yang lalu itu ada orang yang jualan es krim puding itu yang kemudian dibuat penyajiannya itu sangat menarik untuk difoto, tetapi memang orang pada bilang bagus untuk foto Instagram. Berapa kali kira-kira mereka datang ? Satu kali dua kali saja. Orang beli keunikan atau gambar bentuk-bentuk itu kalau kemudian pada saat itu es krimnya dirasa tidak enak, orang bakal kesitu lagi tidak ?," Kata Bije.

Agar bisa bertahan dalam dunia bisnis franchise makanan, Bije menyarankan agar para pelaku bisnis bisa menonjolkan ciri khas mereka.

Sumber : bisnisukm.com

Rekomendasi Bisnis