Peluang Usaha Pakaian Bekas Menguntungkan

pakaianbekas

Tidak selamanya yang bekas itu harus dibuang, termasuk salah satunya pakaian. Usaha pakaian bekas ternyata memiliki peminat yang cukup besar. Banyak orang yang sengaja mencari pakaian bekas dengan alasan harga lebih murah, namun jika untung bisa memperoleh pakaian bermerek dengan kualitas bagus. Salah satu yang mengeruk keuntungan dari usaha pakaian bekas adalah Intan (23), mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Bandung. Berkat usahanya bisnis pakaian bekas, keuntungan 20 sampai 30 juta per bulan dapat ia raih.

Menurut intan usaha pakain bekas ini selain menguntungkan, juga memerlukan modal yang kecil. Ia hanya perlu modal 4 juta rupiah saja untuk memulai usaha pakaian bekas ini. Modal 4 juta tersebut ia gunakan untuk membeli pakaian bekas yang dijual perbal dengan isi sekitar 600 piece.

Namanya juga pakaian bekas atau secondhand, tidak semua pakaian yang ia beli itu semuanya bagus. Karena itu setelah Intan membeli pakaian,semua harus disortir dan diteliti. Jika ada yang sobek atau jahitan kurang rapi, ia memperbaikinya terlebih dahulu. Namun ada pula beberapa pakaian yang tidak mungkin bisa diperbaiki, biasanya sekitar 1% sampai 2%.

Setelah semua pakaian dipilih dan dipastikan dalam kondisi baik, proses selanjutnya adalah melaundry pakain-pakaian tersebut agar bersih dan bagus. Selain itu ia memberikan pula parfum pabrik yaitu parfum agar pakaian wangi seperti baru dan mengemasnya dengan kemasan menarik.

Pakaian bekas tersebut tidak memiliki kualitas dan kondisi yang seragam, karena itu Intan mengklasifikasikan pakaian bekasnya dengan 3 grade, grade A,B dan C. Pakaian grade A tersebut biasanya adalah pakaian yang bermerk (branded) atau pakaian baru yang direject pabrik dan masih memiliki label. Untuk pakaian grade A ini biasanya dijual dengan kisaran harga Rp 100.000-Rp 120.000.

Untuk pakaian grade B ini merupakan pakaian bekas yang tidak bermerk namun masih tampak seperti baru. Biasanya pakaian grade B ini dibandrol dengan harga Rp 80.000-Rp 90.000. Sedangkan pakaian grade terendah C, dijual obral Rp 30.000,00-Rp 40.000,00. Kategori grade C ini merupakan pakaian yang masih layak pakai.

Usaha pakaian bekas yang ditekuni Intan ternyata menguntungkan juga, untuk pemasarannya Intan melakukan berbagai cara antara lain dengan lewat bazaar-bazaar yang ada di kampus-kampus atau di Gasibu pada hari Minggu. Selain itu ia juga aktif mempromosikan dagangannya dengan broadcast BBM, facebook, twitter dan lain-lain. Alhasil setiap bulan stok dagangan pakaian bekas selalu habis terjual setiap bulan.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/178096

Share

Tinggalkan komentar anda di bawah ini